pariwisata kabupaten lamongan

Ratusan Warga Brondong Pantura Gelar Aksi Tolak Pembangunan Pabrik B3

  Dibaca : 709 kali
Ratusan Warga Brondong Pantura Gelar Aksi Tolak Pembangunan Pabrik B3
TOLAK: Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pantura menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan menolak rencana pembangunan pabrik B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, red) serta alih fungsi lahan pertanian di daerah Brondong. Tampak ratusan massa saat menggelar aksi, Rabu (11/1)
space ads post kiri
Ratusan Warga Brondong Pantura Gelar Aksi Tolak Pembangunan Pabrik B3

TOLAK: Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pantura menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan menolak rencana pembangunan pabrik B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, red) serta alih fungsi lahan pertanian di daerah Brondong. Tampak ratusan massa saat menggelar aksi, Rabu (11/1)

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pantura menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan menolak rencana pembangunan pabrik B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, red) serta alih fungsi lahan pertanian di daerah Brondong, Rabu (11/1).

Dalam orasinya salah seorang korlap aksi Maznan Abbas menyampaikan bahwa aksi tersebut digelar untuk menolak Perda RT/RW tentang alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, karena lahan pertanian yang ada di wilayah Brondong dianggap masih sangat produktif.

“Kami menolak Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, kami menolak jika tanah pertanian kami dikatakan tidak produktif, karena lahan kami masih bisa mensuplay kebutuhan pokok, seperti cabe, padi jagung dan lainnya, itu bisa dicek di dinas terkait, lahan kami bisa menghasilkan Cabe 3 ton per hektar, jagung 10 ton perhektar,“ urainya.

Selain itu, Abbas juga menyampaikan bahwa masyarakat Brondong menolak adanya pembangunan perusahaan PT. Desi yang merupakan pabrik pengolahan limbah B3.

“Kami menolak pendirian PT. Desi yang mengelola B3, kami meminta PT tersebut digagalkan dalam pembangunnannya,“ ujarnya.

Dalam aksinya, mereka juga membawa poster dan spanduk berisi tuntutan. Alasan penolakan ini karena dampak limbah bagi masyarakat. Apalagi, Lamongan tidak pernah ada limbah berbahaya.

Tak hanya Maznan, Moh. Hasyim selaku Tokoh Agama wilayah Brondong juga menyampaikan bahwa jika memang akan terjadi alih fungsi, ia meminta agar Pemerintah dapat mempersiapkan SDM terlebih dahulu untuk warga Brondong, agar warga Brondong tidak tergusur dari wilayahnya.

“Alih fungsi atau Industrial boleh terjadi, asalkan dipersiapkan terlebih dahulu SDM para warga, dengan cara didirikan sebuah sarana pendidikan seperti Politeknik, karena memang disana Pendidikan warga yang menjadi sarjana masih di bawah 10%, oleh karena itu, jangan dirikan dulu sebelum SDM Kami siap, sehingga tidak terjadi penggusuran terhadap masyarakat kami,”pintanya.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional