pariwisata kabupaten lamongan

Terserang Hama, Petani Cabai Lamongan Beralih Tanam Jagung

  Dibaca : 629 kali
Terserang Hama, Petani Cabai Lamongan Beralih Tanam Jagung
space ads post kiri

Petani sentra penghasil cabai di sejumlah desa di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, kini banyak yang beralih menanam jagung. Hal Ini dilakukan karena pada awal musim tanam, tanaman cabai banyak yang mati akibat terserang hama penyakit. Kondisi tersebut memicu pasokkan cabai di pasaran menurun.

Akibatnya, harga cabai di pasaran Lamongan melambung hingga Rp. 100.000 per kilogram (kg). “Pasokkan cabai di pasaran menurun, karena banyak petani yang tidak tanam cabai,” jelas Khotimah, salah satu pedagang bumbu di Pasar Paciran, Senin (23/1).

Biasanya, kata dia, cabai yang dijualnya di pasaran dibeli langsung dari petani di kawasan Desa Bluri dan Dagan, Kecamatan Solokuro. Namun, banyak tanaman cabai puso membuat petani setempat putus asa. “Sehingga, mereka lebih memilih beralih menanam jagung,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, pasokan cabai di pasaran mengalami penurunan. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pasar, terpaksa dirinya harus membeli cabai dari Pasar Semando Agro di Kecamatan Babat dengan harga yang relatif lebih tinggi.

“Ya, harga cabai sempat Rp. 100.000 per kg, hingga sekarang masih fluktuasi,” paparnya.

Hal senada disampaikan Imam, petani di Desa Dagan, Kecamatan Solokuro. Menurut dia, musim tanam tahun ini mengalami kesulitan menanam cabai, curah air hujan beberapa hari ini dapat menimbulkan lahan tergenang air menjadi pemicunya.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional