pariwisata kabupaten lamongan

Bupati Fadeli Ingin Lamongan Dikenal sebagai Bumi Al-Qur’an

  Dibaca : 778 kali
Bupati Fadeli Ingin Lamongan Dikenal sebagai Bumi Al-Qur’an
HADIAH UMROH: Bupati Lamongan Fadeli saat menyerah hadiah secara simbolis kepada para peserta MTQ yan mendapatkan juara saat Sarasehan Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Lamongan, di Pendopo Lokatantra, Rabu (22/11/2017).
space ads post kiri

Lamongan, Memo X.Com – Bupati Lamongan, H. Fadeli, memiliki cita-cita mulia dalam gerakan Lamongan menghafal. Ia ingin Kabupaten Lamongan dikenal sebagai bumi Al-Quran. Hal itu disampaikannya seusai membuka Sarasehan Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Lamongan, di Pendopo Lokatantra, Rabu (22/11/2017). “Saya ingin membumikan Lamongan sebagai bumi Al-Quran. Ini menurut saya bahasa moral, bagaimana sih membumikan Al-Quran di Kabupaten Lamongan, ini yang belum, ini yang perlu terus kita dorong,” kata Fadeli.

Fadeli berharap gerakan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an ini dapat semakin membudidaya di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Lamongan. Sehingga dapat mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia.

Menurutnya, untuk semakin mempermudah membumikan, satu di antaranya dengan menggelar Sarasehan Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Lamongan dengan menghadirkan para pakar-pakar. “Bagaimana caranya, mangkanya ini ada seminar, workshop ini akan dibagi beberapa kelompok. Saya ingin masukan dari beliau-beliaunya, ada pakar-pakar dari berbagai penjuru di Lamongan sekarang sudah kumpul. Saya Ingin masukan bagaimana caranya, apa perlu kita itu turun ke setiap kelompok wilayah utara, barat, timur hingga kewilayah selatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fadeli mengaku masih belum puas atas pencapaian program Lamongan menghafal yang telah digulirkan ini. “Sebetulnya program ini sudah beberapa tahun berjalan, menurut saya masih kurang massive. Ini perlu ada gerakan-gerakan baru. Kami ingin lebih masif lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fadeli juga berharap agar rumah-rumah hafidz bisa bermunculan di seluruh penjuru wilayah Lamongan. “Sekarang ini sebenarnya sudah cukup banyak di desa-desa bahkan dikelompok-kelompok. Namun, itu juga masih belum masif, banyak tapi belum masif,” bebernya.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional