pariwisata kabupaten lamongan

Lamongan Berpotensi Rawan Ketahanan Pangan

  Dibaca : 262 kali
Lamongan Berpotensi Rawan Ketahanan Pangan
space ads post kiri

Tingginya curah air hujan beberapa pekan ini, membuat seringnya terjadi banjir yang mestinya berdampak pada kerusakan lahan pertanian di sebagian wilayah Kabupaten Lamongan, membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan pemetaan potensi rawan pangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Lamongan, Moh. Nalikan. Ia menyebutkan, Pemkab Lamongan akan bertindak serius untuk menghadapi kemungkinan buruk yang akan terjadi diantaranya rawan pangan maupun penyaluran beras terhadap warga miskin. “Meski kondisi di wilayah Lamongan saat ini masih terjadi surplus pada sejumlah komoditi pangan,”jelasnya.

Lebih lanjut, Moh, Nalikan mengatakan daerah yang kondisinya mengalami rawan pangan mayoritas berada di wilayah utara di antaranya Kecamatan Brondong, Paciran, Solokuro, Sekaran, Laren dan Maduran. “Lima Kecamatan di Pantura ini, selalu kita waspadai karena sering terjadi bencana banjir dan cuaca ekstrim yang sangat dirasakan petani maupun nelayan. Sehingga ketersediaan ketahanan pangan bisa teratasi dengan maksimal,” ujarnya, Kamis (25/1).

Dirinya menyebutkan, jika kondisi petani di wilayah lain sudah menanam padi, sedangkan di wilayah pantura lahannya masih mengalami kebanjiran. Pasalnya, Kondisi nelayan juga kadang terganggu kalau cuaca tidak bersahabat, sehingga ketersediaan pangan mengalami menipis. “Belum lagi dampak kemarau yakni kekeringan dan krisis air bersih juga membuat sektor pertanian akan terpukul, banyak lahan yang tidak bisa dipanen lantaran kekurangan air,” terang Nalikan.

Selain itu, sambungnya, kini cadangan pangan warga semakin menipis lantaran sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sebelumnya. “Potensi ancaman rawan pangan di Lamongan masih cukup tinggi,” katanya.

Nalikan menambahkan, apabila ketersediaan pangan warga menipis dan korban bencana menggantungkan hidupnya pada pemerintah kemungkinan akan mempengaruhi serta mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan. (fiq/zen).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional